1:59 pm - Saturday September 20, 2014
"Mari kita ciptakan Ketertiban dan kelancaran lalu lintas di Kota Makassar. "KAMI TIDAK BANGGA MENINDAK PARA PELANGGAR, TAPI KAMI BANGGA JIKA TIDAK ADA PELANGGARAN."

Sebuah Tajuk Kecintaan Polri Thd Masyarakat Kota Makassar

Kapolrestabes dan Kasat Lantas di awal Tahun 2010 pertama kali menginjakkan Kakinya di Makassar. Dua Perwira Menegah ini Setelah sama2 mengikuti Pelantikan kelulusan Pendidikan Pengembangan di Sespim Polri Lembang Bandung pd tanggal 17 Desember 2009 membawa Misi sbg Agent of Change&Spirit of Change bagi Anggotanya dgn Skala Prioritas utk Mampu berpikir Konsepsional dan Strategis serta menjadi Tauladan Perubahan Mindset&Culture Set bagi anggota Polri di tempat tugasnya yg baru dg meningkatkan Integritas&selalu melakukan Terobosan Kreatif dimana Kami berusaha pegang Komitmen dlm memberikan pelayanan prima kepada masyarakat yaitu:

klik untuk perbesar

“JABATAN HANYA AMANAH & HIDUP ADL MIMPI..JANGANLAH BERKHIANAT KPD POLRI HANYA UTK SEBUAH JABATAN..!!!”

Kombes Pol Drs. Erwin Triwanto, SH lulusan Sespati Polri langsung ditempatkan. Sebagai Direktur Intelkam Polda Sulsel sedangkan AKBP M. Hidayat, SH,SiK,MH lulusan Sespim Polri ditempatkan di Polda Sulsel sbg Kasat PJR Ditlantas Polda Sulsel. Kedua Pamen ini dalam perjalanannya banyak mengikuti Pengamanan Unjuk Rasa baik issue2 lokal maupun issue2 Nasional termasuk Pilkada Bupati termasuk pemekaran Wilayah Kabupaten pd masa Tahun 2010 mulai Kabupaten Selayar, Bulukumba, Tator, Tator Utara, Gowa, Maros dll termasuk Pilkada Gubernur Sulbar semua kegiatan Pengamanan yg dikawal berjalan secara Kondusif, aman & Terkendali. Sehingga Pengamatan kami selama 2 (dua) tahun ini di makassar bhw Tipologi gerakan mhsw+Pok Pendemo di makassar tidak ada satupun yg ingin melakukan bentrok dgn Petugas Polisi kecuali ada provokator diluar mahasiswa yg memiliki tujuan tertentu.

Ungkapan bhw Mhsw Makassar identik dg kebrutalan dan Kasar itu adalah tidak selalu benar. Demikian pula respek masyarakat dan mahasiswa msh cukup tinggi kpd Aparat Kepolisian. Ini terbukti dari Testimoni 70 Mahasiswa yg melaksanakan KKPH (Kuliah Kerja Profesi Hukum) Fak Hukum UMI Makassar hampir Sebulan lamanya, mrk  merespon positif thd kinerja Polri sebanyak 95% mengatakan betapa mulianya tupoksi Polri dlm memberikan pelayanan kpd masyarakat. Oleh krn itu dihimbau kpd mhsw+Kelompok Pengunjuk Rasa utk mewaspadai Provokator yg mencoba mencederai gerakan Moral mhsw dan perjuangannya menjadi ternodai. Berbicara masalah provokator sebenarnya mhsw dan masy sudah memahami dan sudah mengidentifikasi serta sudah mengantongi data2 para Provokator namun sepertinya enggan utk berbicara.

Mengamati dari tulisannya DR. Chrysnanda DL. tentang Demonstrasi cermin demokrasi atau anarkisme?

Demonstrasi yg merupakan cermin dr demokrasi adalah demokrasi yg tetap pada jalur2 etika & menjujung tinggi HAM bahkan supremasi hukum. Krn yg disuarakan merupakan perjuangan yg bersifat civil disobidience (pembangkangan sipil). Gerakannya merupakan gerakan moral yg menyuarakan hati nurani & anti kekerasan serta menjadikan suri tauladan yg menginspirasi seantero jagad ini. Contoh gerakan2 yg dilakukan Mahatma Gandhi dg Ahimsa nya, gerakan2 solidaritas yg dilakukan Martin Luther King Jr, gerakan solidaritas yg digerakan oleh Lech Walesa dr Polandia. Contoh2 gerakan demonstrasi damai banyak sekali yg patut diangkat sbg contoh. Seperti halnya gerakan moral Aung San Syu Ki dr Myanmar, dsb.

Gerakan Demonstrasi yg cermin dr ketololan n kebiadaban adalah demonstrasi yg anarkis yg merusak n memamerkan kekerasan. Yg tentu memuakkan & menjijikan krn kekerasan & anti kemanusiaan yg ditonjolkan. Merusak simbul2 hukum, menghadang & mensweeping dg gaya2 preman/aksi Premanisme, melakukan pemblokiran jalan dsb. Yg memuakan lagi dikemas dg topeng akademisi yg dipamerkan adalah dengkulnya & ketololannya sbg ketidakmampuan dialog dan ketdkmampuan menyelesaikan konflik dg cara2 beradab (penegasan Chrysnanda). Beliau menyampaikan juga Ini sbg civil disorder yg kontra produktif dan melanggar HAM bahkan mencerminkan hilangnya akal sehat bagaikan seorang penjahat yg meneriakkan kebenaran & keadilan serta kemanuisaan tetapi yg disuarakan & dilakukan justru sbg bentuk pengkhianatan dan kebalikkanya. Mudah2an dgn Tulisan ini menjadikan momentum agar kejadian sebelum 1 April 2012 tidak terulang lagi, shg masyarakat tidak menjadi Resah dan ketakutan dengan cara menutup jalan scr Total, merusak Fasilitas Umum spt Traffic Light, Rambu2 jalan, Pembakaran Poslantas di jl Alauddin-Petarani yg dibangun scr swadaya oleh masyarakat termasuk penjarahan&pengrusakan tempat usaha yg notabene nya sbg lapangan kerja bagi masyarakat kecil serta menghambat distribusi BBM& Energi yg menjadi sasaran penyandraan oleh pendemo. Yg lebih memprihatinkan lagi adalah banyaknya perjalanan Ambulance yg terhambat akibat dr penutupan jalan termasuk Mobil Pemadam Kebakaran yg takut dilempari pd saat melintasi jalur tertutup pendemo dan masih banyak lagi kesulitan2 bagi masyarakat pengguna jalan akibat dipalangnya truk2 kontainer di jalan poros yg pasti mengganggu perekonomian makro maupun mikro. Polisi melaksanakan tindakan tegas atau upaya paksa kpd tindakan2 Anarkhis  adalah untuk melindungi warga masyarakat agar produktifitasnya tdk terganggu. Yg ditindak tegas oleh polisi adalah orang atau sekelompok orang yg melakukan tindakan2 yg kontra produktif.

Pendekatan  polisi dlm menerapkan HAM adalah pd konteks kemanusiaan dan dgn konteks produktifitas & aktifitas Masyarakat.  Polrestabes Makassar dan jajaran Polsek2 sangat ingin mendukung segala upaya semua pihak dlm proses pembangunan di Kota Makassar sbg Ibukota Propinsi Sulsel baik pembangunan fisik maupun Pembangunan Mental Prilaku Masyarakat agar dapat hidup dgn tentram&damai serta berkeselamatan di jalan raya shg tidak ada korban sia2 di jalan raya….aamiin. Utk itu jangan pandang kami sebagai musuh kalian krn kami senantiasa selalu mengawal dan mengamankan perjuangan kalian dlm menyampaikan aspirasi di jalan sesuai dgn amanat UU ttg Kebebasan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum tentunya tanpa mengganggu ketertiban umum dan terhindar dari provokator2 yg ingin menciptakan chaos/rusuh massa akibatnya menimbulkan Konflik Horisontal antara pendemo vs masyarakat sekitar. Mari kita jaga Menuju Makassar Kota Dunia. Pa’entengi siri’nu utk tidak melanggar Rambu2 Hukum shg Makassar dpt terwujud sbg Kota yg Ramah…  aamiin.

Committed to  Excellence in Services
“Perbaiki Terus Kapalmu karena Lautan Akan Semakin Dalam”

Filed in: News

No comments yet.

Leave a Reply